
Kemarin, kita narsis barengan diatas Apc kami yang berwarna putih, ya memang putih semua, namanya juga kendaraan operasional UN (United Nations), terlihat narsis memang, dan mungkin juga gagah, tapi... terasa ada yang kurang karena itu...
ga ada Indonesia tercinta!
Menjadi seorang abdi negara, prajurit bhayangkara bukanlah cita-citaku atau keinginan terakhirku, aku selalu ingin jadi lebah, yang bisa bebas kesana kemari, memberi manfaat, menerima manfaat tanpa merusak apapun. Aku lahir pada tahun 1985 di sebuah desa bernama Pisang pala -aku sendiri tidak tahu asal usul nama desaku itu- di dekat kota kecil bernama petumbukan di deli serdang sumatera utara, ya aku anak medan walau tidak tahu bahasa batak, hanya sedikit bahasa melayu yang kuketahui.
Kedua orang tuaku adalah sosok paling sederhana sekaligus kukagumi dalam hidupku, ayahku seorang penjahit dan supir lepas, sedangkan ibuku petani yang sehari-harinya menggarap dua petak sawah warisan dari kakek nenekku. Namun aku merasa iri sekaligus durhaka, karena tidak sedikitpun aku tahu mengenai menjahit, menyetir, maupun mengolah sawah, setiap kali aku mendekat mereka-kedua orang tuaku-akan berkata "duduk saja yang tenang, ambil bukumu dan belajarlah".
Dan yah, pada akhirnya buku pulalah yang jadi temanku, temanku yang paling setia dan akran denganku hingga sekarang. aku punya tiga saudara 1 kakak perempuan, 1 adik laki-laki dan 1 adik perempuan. karena buku-buku itulah aku selalu tertarik pada dunia fiksi, literatur dan pendidikan, namun takdir dari Allah yang tercinta aku menjadi seorang bhayangkara brimob, ya jauh sekali dari latar belakangku.
pada tahun 2003 aku memasuki dunia perkuliahan, seharusnya lulus di tehknik industri USU namun karena ga punya "mbah" dan "main sabun" akhirnya nomer kelulusanku ditukar dengan orang lain, banting setir ke universitas swasta bernama UISU jurusan Sastra Inggris, untuk yang satu ini perjuangannya sangat berat, sampai-sampai aku harus taruhan dengan ayah bahwa aku kan bertahan dengan mencari biaya kuliahku sendiri.
Di UISU ini aku bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, Mr. Susanto (sekarang jadi pengajar di India) memberiku kesempatan untuk berkembang lewat ASSET English Course yang dimilikinya, teman-teman luarbiasa di kelasku yang -janganlah disebutkan satu-satu-yang juga luar biasa.
Masa kuliah, ya sama saja dengan orang kebanyakan, cari uang kuliah, bergaul, belajar, ujian, ngajar, jatuh cinta, dan patah hati pada saat bersamaan... kehidupan normal bagi pemuda normal.
pada tahun 2005 aku terdaftar jadi siswa pendidikan pembentukan bintara Brimob Polri di Pudik Brimob Watukosek, Alhamdulillah untuk yang satu ini gak pake mbah atau main sabun, mungkin inilah takdir Allah bagiku....
Kehidupan Brimob itu....ya seperti tentara, ya seperti polisi, tapi aku ditengah-tengahnya karena tugasku adalah sebagai staf administrasi, syukur alhamdulillah minatku untuk menulis dan buku-bukuku tidak menjauhiku karena profesiku....
namun itulah sedikit perjalanan hidupku, nanti disambung lagi, sudah mengantuk, habis patroli malam....
see u next day
Assalamualaikum






0 komentar:
Posting Komentar